KKN 62 UIN SMH Banten Bekali Remaja Yayasan At-Takwa: Cegah Pernikahan Dini hingga Ajarkan Butterfly Hug

Published:

Serang, tirasbanten.id – Menggandeng Yayasan At-Takwa Desa Panyabrangan, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 62 Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menggelar Sosialisasi Remaja pada Jumat (7/8/2026). Agenda ini difokuskan untuk membekali para siswa terkait pencegahan pernikahan dini, perlindungan dari kekerasan seksual, serta penguatan motivasi belajar.

Hadir sebagai narasumber, Tenaga Ahli Bidang Sosial, Ahmad Subhan, S.IP., M.A., menekankan pentingnya menjaga masa depan melalui jalur pendidikan. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta untuk berani melindungi diri dari potensi pelecehan dan konsisten mengejar cita-cita.

Suasana sosialisasi berjalan interaktif. Tak hanya diisi diskusi dan tanya jawab, sesi acara kian dinamis saat narasumber mengajak peserta mempraktikkan teknik Butterfly Hug, metode sederhana untuk menenangkan diri dan mengelola emosi ketika mengalami cemas atau tekanan mental.

Ketua Kelompok KKN 62 UIN SMH Banten, Rizki, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap pembinaan karakter generasi muda di tingkat desa.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga diri, menghindari pernikahan dini, berani mencegah kekerasan seksual, serta terus bersemangat meraih masa depan,” ujar Rizki.

Apresiasi tinggi turut disampaikan Ketua Yayasan At-Takwa, Atmawati, S.Pd., atas inisiatif edukatif yang dibawakan oleh para mahasiswa.

“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan remaja saat ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak baik,” ungkap Atmawati.

Melalui sinergi edukasi dan kesehatan mental ini, KKN 62 UIN SMH Banten berharap para remaja semakin sadar akan pentingnya menjaga diri, menghargai pendidikan, dan memiliki ketahanan mental yang kuat sebagai modal menjadi generasi berkualitas. (Fatur/Red)

Artikel terkait

Artikel terkait