Lebak, tirasbanten.id – Kegiatan Posyandu Desa Kujangsari, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, berlangsung berbeda dari biasanya pada Rabu (12/8/2026). Puluhan ibu hamil dan orang tua yang membawa balitanya berkumpul bersama para mahasiswa KKN Kelompok 14 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam kegiatan edukasi pencegahan stunting.
Kegiatan ini digagas mahasiswa setelah mengetahui masih terdapat 11 kasus stunting di Desa Kujangsari. Kondisi tersebut mendorong keterlibatan Bidan Desa setempat, Ratnawati, S.Keb., bersama para mahasiswa untuk memberikan edukasi kepada warga.
“Jangan hanya belajar di gedung yang ber-AC saja. Harapannya dengan adanya mahasiswa di sini, para ibu terstimulasi bahwa anak yang sehat suatu hari nanti bisa melangkah jauh, bahkan kuliah tinggi. Bagi mahasiswa sendiri, inilah wadah nyata untuk menyatu dan belajar langsung dari denyut kehidupan masyarakat,” tutur Bidan Ratnawati.
Selama empat tahun terakhir, Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta pemantauan melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bertaraf WHO terus dijalankan di desa ini. Keterlibatan mahasiswa KKN diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan bagi program yang sudah berjalan tersebut.
Edukasi Kebiasaan Sehat Sejak Usia Balita
Gagasan penyuluhan ini lahir dari inisiatif Rois, salah satu mahasiswa KKN 14. Menurutnya, edukasi kesehatan kepada masyarakat perlu difokuskan pada penanaman kebiasaan baik sejak usia balita, bukan sekadar penyampaian teori atau materi tertulis.
“Kesehatan itu diawali dari kebiasaan, dan kebiasaan terbaik dibangun saat usia balita. Jika sejak kecil anak-anak sudah terbiasa makan makanan bergizi dan hidup sehat, kebiasaan itu akan melekat hingga mereka dewasa,” ujar Rois.
Ia berharap anak-anak di wilayah Lebak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal melalui program-program semacam ini.
“Semoga anak-anak Indonesia bisa tumbuh sehat, belajar dengan gembira, dan kelak mampu bersaing di panggung dunia,” tambahnya.
Kolaborasi Mahasiswa dan Tenaga Kesehatan Desa
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara bidan desa, mahasiswa KKN, dan warga dalam upaya pencegahan stunting di Desa Kujangsari.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 14 UIN SMH Banten, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program pengabdian kepada masyarakat, sekaligus sarana penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk mendukung upaya penurunan angka stunting di Desa Kujangsari. (Atta/Retd)
