Serang, tirasbanten.id – Di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Banten, Mahasiswa Pecinta Alam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (MAHAPEKA UIN BANTEN) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Kaduela, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Minggu (24/8/2026).
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kondisi masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan. Sejumlah sumur milik warga mengalami penurunan debit hingga mengering, sehingga masyarakat harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki dan kemudian didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik permukiman. Ribuan liter air bersih berhasil disalurkan dan langsung dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, minum hingga mandi dan mencuci.
Ketua Umum MAHAPEKA UIN BANTEN, Mursal Bomel, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan sekaligus kondisi sosial masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami dari MAHAPEKA UIN BANTEN tidak ingin hanya berbicara tentang kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga berusaha hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kondisi kekeringan seperti ini merupakan persoalan bersama. Air adalah kebutuhan dasar, sehingga ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sudah menjadi tanggung jawab moral kita untuk ikut membantu,” ujar Mursal Bomel.
Menurutnya, bantuan air bersih yang diberikan memang belum mampu menyelesaikan persoalan kekeringan secara menyeluruh. Namun, ia berharap kehadiran MAHAPEKA dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk bersama-sama mengambil langkah menghadapi dampak musim kemarau.
“Kami menyadari bantuan ini mungkin belum menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat. Tetapi kami berharap setidaknya dapat meringankan kebutuhan warga untuk beberapa waktu. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, mahasiswa, komunitas dan pihak lainnya untuk bersama-sama menjaga sumber daya air dan lingkungan,” tambahnya.
Mursal juga menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut sejalan dengan semangat MAHAPEKA sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya bergerak dalam kegiatan kepencintaalaman, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Bagi kami, mencintai alam bukan hanya tentang mendaki gunung atau menjelajah hutan. Kepedulian terhadap lingkungan juga harus diwujudkan dengan hadir di tengah masyarakat, terlebih ketika persoalan lingkungan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan warga,” jelasnya.
Di lokasi penyaluran, masyarakat tampak antusias menerima bantuan air bersih. Warga secara bergantian membawa jerigen dan wadah air untuk mendapatkan pasokan yang telah disiapkan.
Kepala Desa Kaduela turut mengapresiasi kepedulian MAHAPEKA UIN BANTEN yang turun langsung membantu masyarakat di tengah kondisi kekeringan. Menurutnya, bantuan air bersih sangat berarti bagi warga yang saat ini mengalami keterbatasan sumber air.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber mata air dan menggunakan air secara bijak, khususnya dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan dan musim kemarau yang semakin panjang.
MAHAPEKA UIN BANTEN berharap aksi kemanusiaan tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan air bersih saja. Ke depan, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, mahasiswa, komunitas lingkungan dan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan terhadap persoalan kekeringan dan ketersediaan air bersih.
Melalui aksi ini, MAHAPEKA UIN BANTEN menegaskan bahwa semangat kepencintaalaman tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan di alam bebas, tetapi juga melalui kepedulian, kemanusiaan dan keberpihakan terhadap masyarakat serta kelestarian lingkungan. (Al/Red)
