Pandeglang, tirasbanten.id – Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu daerah yang turut mengambil bagian dalam Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional dengan target 50.000 hektare.
Gerakan yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat musim tanam, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat swasembada pangan berkelanjutan.
Di Kabupaten Pandeglang, kegiatan dipusatkan di Desa Sukalangu, Kecamatan Saketi dengan pelaksanaan penanaman pada sejumlah wilayah dengan total 134 hektare.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, gerakan tanam serempak harus menjadi momentum untuk mendorong perubahan sektor pertanian menuju sistem yang semakin modern, produktif dan efisien.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi pelopor modernisasi pertanian di Kabupaten Pandeglang, mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta menjadi contoh bagi generasi muda untuk ikut membangun sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern.” tegasnya.
Menurut Bupati Dewi Setiani kepercayaan menjadikan Pandeglang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional merupakan sebuah kebanggaan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja sektor pertanian.
“Kabupaten Pandeglang dikenal sebagai daerah agraris dengan potensi sumber daya lahan yang sangat besar.
Oleh karena itu, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat,” tutur Dewi.
Bupati Dewi juga mengajak para petani memanfaatkan momentum gerakan tanam tersebut untuk mempercepat masa tanam, menerapkan teknologi budidaya yang tepat, serta menjaga kualitas hasil produksi.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi padi, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang, lanjutnya, akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat, penyuluh pertanian, kelompok tani dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah. (As/Red)
