Tetesan Harapan di Tengah Kemarau: Sinergi Kemanusiaan Pasok 40.000 Liter Air Bersih ke Desa Koranji

Published:

Pandeglang, tirasbanten.id – Suasana redup akibat krisis air di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, seketika berganti riuh hangat pada Jumat (7/8/2026). Deretan lima truk tangki besar mengangkut 40.000 liter air bersih, membawa angin segar bagi warga yang telah berminggu-minggu berjuang menghadapi kemarau panjang.

Aksi tanggap darurat ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Yayasan Mengetuk Pintu Langit, travel haji dan umrah Gem Tours, serta mahasiswa Kelompok 35 Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Masing-masing armada berkapasitas 8.000 liter menyisir titik-titik paling vital di desa tersebut. Bantuan tidak hanya mengalir ke pemukiman warga, tetapi juga difokuskan untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ibadah dan pendidikan di dua masjid, satu pondok pesantren, dan satu madrasah setempat.

Inisiatif ini lahir dari kepedulian para mahasiswa Kukerta yang menyaksikan langsung kesulitan warga di tempat mereka mengabdi. Laporan tersebut direspons cepat oleh tim relawan Mengetuk Pintu Langit.

“Ini kegiatan para relawan Mengetuk Pintu Langit, kami berbasis di Cilegon, dan hari ini kami bersinergi dengan Gem Tours. Kami membantu dari sisi teknis pelaksanaannya,” ungkap Ketua Yayasan Mengetuk Pintu Langit, Deden Sunandar, di lokasi penyerahan.

Deden menegaskan bahwa langkah di Koranji hanyalah bagian dari gerakan yang lebih besar. Sepanjang bulan terakhir, yayasan ini telah menggelontorkan lebih dari 150.000 liter air bersih ke berbagai daerah terisolasi dan terdampak parah di Banten—mulai dari Kecamatan Patia (Pandeglang), Gunung Batur (Cilegon), Leuwidamar dan Cijaku (Lebak), hingga Desa Alang-Alang (Serang).

Tak Berhenti di Koranji

Aksi kemanusiaan ini dipastikan akan terus bergulir. Pada Minggu mendatang, tim relawan dijadwalkan meluncur ke Desa Idaman, Kecamatan Patia. Di sana, sebanyak 24.000 liter air bersih untuk kebutuhan harian dan 15.000 liter air galon siap minum telah disiapkan untuk dibagikan.

Medan berat dan akses sempit seperti di kawasan perbukitan Kaduhejo pun tak menyurutkan langkah. Pihak relawan siap menerjunkan armada khusus yang dilengkapi bak penampung (kempu) berukuran kecil agar bantuan tetap menjangkau pelosok terpencil.

“Kami berharap sohibul musibah diberikan kesabaran. Kami juga berharap masyarakat lain tergerak untuk ikut membantu. Seberat apa pun kemaraunya, selama masih ada orang-orang baik yang peduli, insya Allah permasalahan krisis air ini bisa diselesaikan bersama,” tutur Deden optimistis. (Ata/Red)

Artikel terkait

Artikel terkait