Pandeglang, tirasbanten.id – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Sukni (59), atau yang akrab disapa Bu Roni, warga Kampung Sempur, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang. Selama tujuh tahun terakhir, ia hanya mampu berbaring di tempat tidur akibat penyakit tumor yang menggerogoti kesehatannya, sehingga sangat membatasi aktivitasnya.
Bu Roni tinggal di sebuah rumah sederhana bersama keluarganya. Kendala ekonomi menjadi penghalang utama baginya untuk melanjutkan pengobatan, meskipun telah mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta. Suaminya yang bekerja serabutan sebagai buruh kebun tidak memiliki penghasilan tetap yang mencukupi untuk biaya transportasi dan akomodasi selama perawatan di Jakarta. Meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tantangan biaya hidup di luar kota tetap menjadi beban yang berat.
Rangkaian rujukan medis dari Puskesmas hingga RSUD Banten sebenarnya telah diberikan, berujung pada rujukan nasional ke RS Dharmais. Sayangnya, seluruh proses ini terhambat oleh keterbatasan finansial dan kondisi fisik Bu Roni yang kian melemah.
Merespons situasi ini, Relawan Alfiyah Mubarokah Indonesia (AMI) tergerak untuk memberikan bantuan. Mereka mendatangi kediaman Bu Roni dan menyalurkan bantuan sementara berupa kebutuhan pokok, pampers, serta bantuan tunai yang dihimpun bersama komunitas Banten Selatan Gowes.
Lebih dari sekadar bantuan darurat, AMI berkomitmen untuk mendampingi keluarga hingga tuntas. Ketua Alfiyah Mubarokah Indonesia, H. Ade Badri, menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa untuk memastikan rujukan ke RS Kanker Dharmais dapat segera terealisasi.
“Ke depan, Relawan Cibaliung yang tergabung dalam lembaga Next Humanity (NH) juga akan kami libatkan untuk bersama-sama mendampingi agar Bu Roni bisa mendapatkan penanganan medis lanjutan yang ia butuhkan,” pungkas Ade.
Dengan langkah nyata ini, AMI menunjukkan perannya sebagai jembatan penghubung bagi warga kurang mampu untuk mengakses hak kesehatan mereka. (Jee/Red)
