Jakarta, tirasbanten.id – Enday Hidayat ketua Barisan Aktivis Muda Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mendorong pelarangan penggunaan rokok elektronik atau vape di Indonesia.
Dukungan ini disampaikan sebagai respons atas komitmen Kepala BNN dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui sarana vape yang semakin marak di kalangan generasi muda.
Enday Hidayat menilai bahwa vape bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi sudah menjadi pintu masuk terhadap kecanduan nikotin dan zat berbahaya lainnya.
“Kami melihat fenomena meningkatnya penggunaan vape di kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai ancaman serius. Oleh karena itu, kami mendukung langkah Kepala BNN untuk mengambil kebijakan tegas demi melindungi masa depan generasi muda Indonesia,” ujar Enday Hidayat Barisan Aktivis Muda Indonesia dalam pernyataannya.
Lebih lanjut kurangnya edukasi publik mengenai risiko kesehatan dari penggunaan vape, yang sering kali dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa vape tetap mengandung zat kimia berbahaya dan narkotika jenis baru yang dapat merusak kesehatan dalam jangka panjang.
Barisan Aktivis Muda Indonesia mendorong pemerintah untuk tidak hanya mempertimbangkan pelarangan, tetapi juga memperkuat kampanye edukasi, serta penegakan hukum terhadap peredaran produk vape.
Selain itu, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih kritis terhadap tren yang berpotensi merugikan kesehatan dan masa depan.
“Ini adalah momentum bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga generasi bangsa dari bahaya laten narkoba. Kami siap berkolaborasi dengan BNN dan berbagai pihak untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat tanpa vape,” tambahnya.
Sebagai penutup, Barisan Aktivis Muda Indonesia berharap kebijakan yang diambil pemerintah dapat berpihak pada kepentingan jangka panjang masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (As/Red)
