28.9 C
Pandeglang

Edukasi Anti-Bullying di SDN Ambon: Bentuk Kepedulian untuk Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Inklusif

Published:

Serang, tirasbanten.id – Bullying masih menjadi masalah serius di lingkungan pendidikan, termasuk di tingkat sekolah dasar. Tidak hanya terjadi antara kakak kelas dan adik kelas, perundungan juga kerap muncul di antara teman sekelas, meninggalkan dampak psikologis dan sosial yang mendalam bagi korbannya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu ini, Kukerta & PPL Tematik Mandiri Kelompok 7 UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menyelenggarakan Edukasi Anti-Bullying di SDN Ambon, Kota Serang pada Kamis (31/7) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa kelas 6 SD dengan tujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua.

Kegiatan dikemas secara interaktif melalui ice breaking, simulasi role-play (peran), dan diskusi kelompok. Metode ini terbukti efektif membuat siswa lebih mudah memahami dampak negatif bullying sekaligus mempelajari cara mencegahnya. Respon peserta sangat antusias, banyak siswa yang berani berbagi pengalaman pribadi dan menyadari bahwa candaan berlebihan atau perilaku tidak sopan dapat menyakiti perasaan teman.

Melalui semangat kolaborasi dan empati, edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengurangi kasus bullying di sekolah, membentuk generasi muda yang lebih peduli, serta memperkuat budaya positif di dunia pendidikan. (Jee/Red)

Artikel terkait

Artikel terkait